Sejarah Desa

Cikal Bakal nama Desa Sempukerep
Pohon Sempu

Nama Desa Sempukerep tidak diketahui secara pasti asal usul nama tersebut. Namun menurut informasi yang diuraikan oleh seseorang asli Desa Sempukerep bahwasanya diambil dari kata-kata Pohon Sempu yang tertanam diwilayah Desa Sempukerep kala itu sangat padat walaupun pada saat ini sudah punah. Diganti dengan pepohonan jati, mauni, akasia, sono, sengon dll.

Desa Sempukerep sebagian besar dikelilingi oleh sungai, siantaranya sungai Keduang, sungai Kedunggondang, sungai Tono, sungai Kalijambe, sungai Masaran dan masih banyak sungai-sungai yang lain. Desa Sempukerep terbelah oleh sungai Keduang, sebelah utara dan selatan. Yang selatan terdapat enam dusun sedangkan yang utara lima dusun. Disebelah selatan ada pegunungan-pegunungan disitulah orang-orang yang takut pada penjajah bersembunyi.

Desa Sempukerep pada masa penjajahan dipimpin oleh seorang Ronggo yang bernama Ronggo Taru Jiwo. Konon kabarnya beliau sangat disegani oleh masyarakat Desa Sempukerep karena dengan kewibawaan dalam memimpin waktu itu dan patuh pada kerajaan Surakarta dan berani menentang penjajah. Dalam tugasnya Ronggo Taru Jiwo belum berbuat banyak dalam membangun Desa Sempukerep, karena dalam kondisi penjajahan tetapi masih alami. Selang beberapa tahun kepemimpinan Ronggo Taru Jiwo ada aturan dari pemerintah. Sempukerep diberi seorang pemimpin Kepala Desa bernama Wiryo Suratmo. Dalam kepemimpinan beliau masyarakatnya tertinggal dalam segala bidang yang ada seperti perekonomian, pembangunan dan sebagainya. Hal pendidikan gedung SD saja belum punya. Untuk menampung anak sekolah dipinjamkan rumah warga berpindah-pindah. Wiryo Suratmo dalam memimpin Desa Sempukerep puluhan tahun lamanya. Terhitung kurang lebih 30 tahun. Berselang kemudian pemerintah melaksanakan Perda dan Undang-undang yang berlaku dilaksanakan pemilihan Kepala Desa pada tahun 1975, waktu itu yang menjadi calon bernama Bapak Broto Susilo dan Bapak Sokarno. Tempat pemilihan dirumah Bapak Samin Bong Dusun Tawang karena Desa Sempukerep belum memiliki Balai Desa. Dalam pemilihan tersebut dimenangkan Bapak Broto Susilo dengan memperoleh biting terbanyak. Kala kepemimpinan Bapak Broto Susilo, masyarakat Desa Sempukerep mulai bangkit bersatu padu, gotong royong, bahu membahu membangun Desa Sempukerep dibidang pembangunan, perekonomian dan beberapa gedung SD Sempukerep I, II dan III. Diantaranya pada tahun 1977 membangun jembatan Kedunggondang panjang 30 m, tinggi 6 m, lebar 5 m. swadaya murni masyarakat Desa Sempukerep, Kebonagung, Tempursari dan Sembukan dipimpin oleh Bapak Camat Bomo Sunarjo. Beberapa tahun kemudian membangun DAM, saluran irigasi, Cekdam, jembatan Manglu semuanya swadaya murni masyarakat Desa Sempukerep. Pada tahun 1988 masa akhir jabatan Kepala Desa Sempukerep berakhir dan di PJ oleh Bapak Puji kurang lebih satu tahun. Pada tahun 1989 diadakan pemilihan Kepala Desa lagi. Bapak Broto Susilo masih mencalonkan kembali dengan Bapak Suwarno. Dalam pemilihan Kepala Desa Periode tahun tersebut Bapak Broto Susilo terpilih kembali jabatan periode kedua. Dalam kepemimpinannya selama 8 tahun dan perpanjangan 2 tahun. Masyarakat Desa Sempukerep semangat membangun infrastruktur jalan dan talud. Sedikit-sedikit ada bantuan dari pemerintah, dari Bangdes dan APBD Tk. II Wonogiri. Pada tahun 1998 Bapak Broto Susilo berakhir masa jabatannya dan pada tahun 1999 diadakan pemilihan Kepala Desa kembali. Ada 2 calon pemilihan yaitu Bapak Parjo dan Bapak Suwardi. Dalam pemilihan Bapak Parjo yang memperoleh suara terbanyak memimpin Desa Sempukerep selama 8 tahun. Dalam kepemimpinannya meneruskan pembangunan yang dipimpin oleh Bapak Broto Susilo. Diantaranya membangun jembatan Dungpandan, jembatan Kalisoran, jembatan Kedungkondang, pengecoran jalan, gotong royong masyarakat, kerja bakti, pengaspalan jalan, talud dan lain-lain dari dana APBN, APBD Tk. I dan APBD Tk. II. Masyarakat Desa Sempukerep tambah semangat untuk membangun Desa Sempukerep yang tercinta. Tahun 2007 akhir masa jabatan Bapak Parjo. Beberapa bulan kemudian diadakan pemilihan Kepala Desa kembali. Bapak Parjo mencalonkan kembali dengan Bapak Purwanto.

Nampaknya masyarakat Desa Sempukerep masih menginginkan Bapak Parjo memimpin Desa Sempukerep kembali, dengan memperoleh suara 90% hak pilih Desa Sempukerep. Tepatnya pada tanggal 26 April 2007, Bapak Parjo menerima jabatan Kepala Desa untuk periode 2007-2013 mendatang. Mengawali tugasnya telah melaksanakan progam-progam waktu mencalonkan Kepala Desa yang kedua, diantaranya membangun jembatan wetan Kepek Desa Sempukerep Kecamatan Sidoharjo yang menghubungkan Desa Mojopuro Kecamatan Jatiroto, rabat jalan di Sempon Desa Sempukerep yang menghubungkan dengan Desa Jatirejo Kecamatan Jatiroto. Berasal dari Dana Bawahan APBD Desa Sempukerep dan swadaya masyarakat Desa Sempukerep yang masih bersemangat untuk memajukan Desa Sempukerep dan masih banyak kekurangan yang belum tercapai terutama dalam pengamanan, kepedulian lingkungan, pengolahan lingkungan. Semoga progam ini berguna bagi generasi penerus anak bangsa.